Minggu, 23 November 2008

"SEKS" -- BAGAIMANA MENJAGA PEMBERIAN ALLAH YANG INDAH INI?

"SEKS" -- BAGAIMANA MENJAGA PEMBERIAN ALLAH YANG INDAH INI?

Seks - adalah pemberian Allah yang indah dan menarik, namun bisa menjadi malapetaka jika tidak digunakan sesuai dengan yang Allah inginkan. Ketika orang muda berbicara tentang seks, mereka biasanya akan memikirkan tentang suatu dorongan dan nafsu yang tidak dapat dikontrol seperti daya tarik magnetis yang tidak mungkin ditolak.
Tapi setelah lepas kontrol maka yang selalu muncul terlambat adalah penyesalan. Apakah hal ini juga mungkin terjadi pada orang Kristen?Tentu saja. Iblis tidak memandang bulu, siapa saja akan ditelannya jika kita lengah,

"Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang
mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Pet. 5:8)

Para orang tua, pendidik, pendeta dan konselor Kristen sering kali bertanya-tanya, "Dapatkah kita memasang rambu-rambu bahaya untuk memperingatkan anak-anak muda sebelum hal itu terlambat dilakukan?" Bagi orang Kristen tidak ada rambu-rambu yang lebih tepat untuk memberi peringatan bahaya yang akan datang itu selain dari Alkitab sendiri. Pemazmur berkata:

"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
Dengan menjaganya sesuai dengan FirmanMu." (Maz. 119:9)

Tidak henti-hentinya Alkitab memberikan peringatan agar kita terhindar dari bahaya godaan setan yang akan muncul. Raja Salomo, seorang raja yang sudah kenyang dengan semua pengalaman dosa seksual, menuliskan sebuah nasehat yang patut didengar dan dituruti oleh orang-orang muda untuk menjadi orang bijak,

"Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi
orang yang tidak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka."
(Amsal 22:3)
Mengapa manusia gampang terseret kepada godaan yang sebenarnya sudah tahu bahwa itu adalah hal yang tidak boleh dilakukan, contohnya melakukan hubungan seks di luar menikah. Satu hal kita lupa Setan sangat pandai menipu, dan dia bermain dengan kebohongan-kebohongan di pikiran kita. Inilah yang sering membuat pertahanan kita bobol, yaitu percaya pada kebohongan-kebohongan itu.

Buku SERI MUTIARA IMAN yang diterbitkan oleh Yayasan Gloria, dengan judul BAGAIMANA MENGATASI GODAAN DOSA SEKSUAL?, mengatakan bahwa banya kebohongan-kebohongan yang dilancarkan oleh setan yang membuat kita percaya sehingga jatuh ke dalam dosa seks. Inilah sebagian dari kebohongan-kebohongan itu:
- "Saya melakukan apa yang baik bagi saya."
- "Batasan-batasan dari Alkitab sudah kuno."
- "Allah tidak perduli pada apa yang saya perbuat."
- "Allah tidak menentang seks pranikah, perzinahan atau homo-
seksualitas-Dia hanya menentang hubungan seks yang gonta-ganti."
- Semua prilaku seks tidak menjadi masalah bila dilakukan
berdasarkan cinta."
- Hampir semua orang melakukannya, jadi perbuatan itu tidak salah."
- Memadamkan dorongan seks bukanlah tindakan yang alamiah."
- Terangsang pada seseorang tidaklah buruk sepanjang anda tidak
menyalurkannya."
- "Prilaku seks pranikah (seperti "petting" dan seks oral) tidak
apa-apa, tetapi hubungan suami-istri tidak boleh."
- "Pengalaman seks sebelum menikah akan menolong kita saat menikah."

Lebih jauh penulis buku di atas berkata bahwa masalah seks bagi orang Kristen tidak bisa dipisahkan dari hubungan kita pribadi dengan Allah. Semakin kita dekat dengan Allah semakin kita senang bergumul dan mengenal Firmannya sehingga semakin kita tahu apa yang tidak berkenan dihadapan Allah.

Dalam 1 Tesalonika 4, Allah menghendaki kita menyenangkan Dia dengan "mengejar kekudusan, memperlakukan tubuh kita dengan hormat, dan memperlakukan orang lain juga dengan hormat" (ayat 1-6).
Dalam hal ini, Allah berbicara tentang "pengudusan" dalam hubungan pernikahan.
Sampai di mana batasan seks yang benar? Apakah Allah juga mengatur perihal seks secara gamblang dan jelas?

Paulus menunjukkan beberapa kebenaran yang dapat menolong kita. Kebenaran-kebenaran ini bukanlah ide Paulus melainkan perintah yang datang dari Allah dan dinyatakan dengan otoritas yang diberikan Yesus kepadanya selaku seorang rasul:

1 Tesalonika 4:3
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu
menjauhi percabulan." Paulus menyebut perintah itu sebagai
"kehendak Allah". Dan sekali lagi dalam ayat 8, ia berkata bahwa
"siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak
Allah." Jadi jelas bahwa Allah menuntut kekudusan dalam tubuh kita
dengan tidak terlibat dalam hal-hal yang cabul.
1 Tesalonika 4:4-5

Paulus menulis tentang hidup menurut pola Allah, yakni hidup menjaga kekudusan dan kehormatan dalam ikatan pernikahan, tidak dengan pola dunia (orang-orang yang belum mengenal Allah) yang hidup dalam keinginan hawa nafsu. Jaga dan mintalah hati dan pikiran yang selalu dibersihkan dan dikendalikan Roh Kudus. Firman Tuhan berkata, "... dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat" (Matius 15:19).

Karena itu "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23).

Firman Tuhan mengungkapkan lebih banyak kebenaran-kebenaran tentang bagaimana kita harus hidup dalam kekudusan, khususnya dalam kehidupan seksual.

Ingat, tujuan Allah memanggil kita bukanlah untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus (1 Tesalonika 4:7). Allah telah mengubah setiap orang percaya menjadi ciptaan baru di dalam Kristus (2 Korintus 5:17) dan sekarang kita dipanggil untuk menjadi utusan-utusan Allah di dunia ini untuk memperkenalkan Kristus kepada orang lain. Dan ingatlah, Alkitab berkata bahwa, orang cabul, ...... tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah!" (1 Kor. 6:11)



MENJAGA KEMURNIAN PERGAULAN MUDA-MUDI


Di bawah ini ada beberapa fakta Alkitab yang olehnya kita dapat belajar bagaimana menjaga kemurnian pergaulan kita.

Dorongan seksual merupakan fakta karunia Allah yang amat indah dalam hidup manusia. Namun jangan lupa, bagaimana reaksi anda terhadap dorongan tersebut akan memperlihatkan apakah anda akan mengikuti jalan Allah dalam mencapai kepenuhan itu atau menuruti jalan anda sendiri (Galatia 5: 16-19).

Isi pikiran kita dengan pikiran Allah dengan cara mengenal seluruh isi Alkitab (Mazmur 119:11). Firman Allah yang tertulis itu adalah "pedang roh", salah satu alat pertahanan kita melawan pencobaan setan yang berusaha menguasai kita (Efesus 6:17).

Minta dan bersandar pada pertolongan Allah. Jangan mengandalkan kemampuan sendiri untuk menghadapi pencobaan (Ibrani 4:16). Temukan bahwa penguasaan diri diperoleh dengan membiarkan Roh Allah bekerja mengendalikan kita (Efesus 5:18).

Jangan tempatkan diri anda pada situasi yang pencobaannya akan menjadi besar. Jangan pernah merencanakan untuk berbuat dosa atau melakukan sesuatu yang mempermudah anda jatuh ke dalam dosa (Roma 13:14).

Ambil langkah radikal melawan ketidakmurnian. Jangan bermain-main dengannya atau setengah-setengah dalam mengukurnya (Mat 5:27-30). Berhenti dari setiap perilaku yang tidak menyenangkan hati Tuhan, dan berperilakulah sesuai dengan identitas anda sebagai orang yang telah dimerdekakan oleh darah Kristus.

Kembangkan hubungan pribadi yang dekat dengan Yesus, dan Dia akan menguduskan anda (Yohanes 15:1-17).

Tidak ada komentar: