Minggu, 23 November 2008

RACUN PENYEMBUH

RACUN PENYEMBUH

Lili menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertua. Lili sadar ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Lili sangat marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Lili juga dikritik terus-menerus. Lili dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar.

Akhirnya, Lili tidak tahan lagi dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Lili pergi menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, penjual jamu. Lili menceritakan apa yang dialaminya dan meminta Mr Huang memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai. Mr Huang berkata :” Lili, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta”. Lili menyetujui, Mr Huang memberinya sekantong jamu.

Dia memberitahu Lili, "Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu. Setiap hari buatkan masakan kesukaannya dan kemudian campurkan sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dengan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu". Lili sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulai rencana pembunuhan terhadap ibu mertua.

Bulan demi bulan berlalu, dan setiap hari, Lili melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Lili ingat apa yang dikatakan Mr Huang tentang menghindari kecurigaan, jadi Lili mengendalikan emosinya, mentaati ibu mertua, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibu-nya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.

Setelah 6 bulan, seluruh rumah berubah. Lili telah belajar mengendalikan emosinya begitu rupa , ia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani. Sikap ibu mertua terhadap Lili berubah. Dia mulai menyayangi Lili seperti anaknya sendiri. Lili dan ibu mertuanya sekarang berlaku sepertu ibu dan anak sungguhan.

Satu hari, Lili datang menemui Mr. Huang dan minta pertolongan lagi. Dia berkata, "Mr Huang, tolonglah saya untuk mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah menjadi wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin dia mati karena racun yang saya berikan".

Mr. Huang tersenyum : "Lili, tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya".
TEMAN, pernahkah engkau menyadari bahwa sebagaimana perlakuanmu terhadap orang lain akan sama dengan apa yang akan mereka lakukan terhadap kita ?

"Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ?”

Tidak ada komentar: