Minggu, 23 November 2008

HARGA SEBUAH MUKJIZAT

HARGA SEBUAH MUKJIZAT

Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi... tapi mereka tidak punya biaya untuk itu. Sally mendengar ayahnya berbisik, "Hanya mukjijat yang bisa menyelamatkannya sekarang."

Keesokan harinya Sally bangun pagi-pagi dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat...tiga kali. Tidak boleh salah hitung, pikirnya.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dari apartemennya dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian... tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil !

"Apa yang kamu perlukan ?", tanya apoteker tersebut dengan suara marah.
"Saya sedang berbicara dengan saudara saya".

"Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya", Sally menjawab :
"Dia sakit.dan saya ingin membeli mukjijat".

"Apa yang kamu katakan ?", tanya sang apoteker.

"Ayah saya mengatakan hanya mukjijat yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang... jadi berapa harga mukjijat itu ?"
"Kami tidak menjual mukjijat, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu".
"Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya."

Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya : "Mukjijat jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?"
"Saya tidak tahu", jawab Sally. Air mata mulai menetes dipipinya. "Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya... tapi saya juga mempunyai uang".
"Berapa uang yang kamu punya ?" tanya pria itu lagi.
"Satu dollar dan sebelas sen", jawab Sally dengan bangga "dan itulah seluruh uang yang saya miliki."
"Wah, kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. Satu dollar dan sebelas sen... harga yang tepat untuk membeli mukjijat yang dapat menolong adikmu. Dia mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally, sambil berkata : "Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu."
Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal.... Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama. Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan mukjijat tersebut. "Operasi itu", bisik ibunya, "adalah seperti mukjijat. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya"

Sally tersenyum. Dia tahu dengan pasti berapa harga mukjijat tersebut... satu dollar dan sebelas sen....

Tidak ada komentar: